Hoppers: Walau Tokoh Utamanya Menjengkelkan, Ceritanya Tetap Oke dan Bagus untuk Anak-Anak

Identitas Film

Judul

:

Hoppers

Sutradara

:

Daniel Chong

Produser

:

Nicole Paradis Grindle

Tanggal rilis

:

6 Maret 2026

Rumah produksi

:

Pixar Animation Studios

Penulis naskah

:

Jesse Andrews, Daniel Chong, Jordan Harrison

Durasi tayang

:

1 jam 44 menit

Pengisi suara

:

Piper Curda, Bobby Moynihan, Jon Hamm, Kathy Najimy, Aparna Nancherla, Sam Richardson

Genre

:

Fabel, komedi, fiksi ilmiah, petualangan

 

Sinopsis

Mabel Tanaka (Piper Curda) sangat menyukai binatang. Sejak kecil, dia memang begitu. Dia bahkan sering terkena masalah di sekolah karena melepaskan hewan-hewan peliharaan sekolah.

Hanya mendiang sang nenek yang mengerti kecintaannya kepada binatang. Karena itu, Mabel lebih senang bersama sang nenek, apalagi ketika mereka berada di tempat rahasia mereka: sebuah glade yang ditinggali banyak binatang.

Namun, sekarang glade tersebut terancam oleh pembangunan jalan layang. Mabel telah melakukan protes kepada Walikota Jerry (Jon Hamm), tetapi usahanya sia-sia karena glade tersebut tidak lagi ditinggali oleh binatang. Secara teknis, dapat dilakukan pembangunan di area tersebut.

Mabel lalu menemukan proyek rahasia dosennya, Doktor Sam (Kathy Najimy), yang memungkinkan manusia “menjadi” binatang. Mabel berencana mencari ke mana para binatang itu pergi, lalu membawa seekor berang-berang—yang merupakan spesies kunci—kembali ke glade dan membangun kembali ekosistem hewan-hewan di sana.

Namun, yang tidak Mabel ketahui adalah dunia para binatang lebih rumit daripada yang dia kira. Semakin jauh dia masuk ke dalam dunia tersebut, semakin besar interfensi yang dia buat antara para binatang dan manusia. Tanpa dia sadari, tindakannya justru dapat mengancam keselamatan manusia. Bisakah Mabel menyelamatkan glade yang ia sayangi sekaligus umat manusia?


Kelebihan

Aku menyukai banyak film Pixar. Aku tumbuh besar menonton film-film Pixar, seperti Toy Story, A Bug’s Life, Monster Inc, Rattatouille, dan Inside Out. Aku pikir, Hoppers dapat menjadi tontonan masa kecil yang bagus bagi anak-anak sekarang, seperti film-film yang kusebutkan tadi—dengan beberapa catatan tentunya.

Hal yang kusukai dari film ini adalah tema ceritanya. Film ini mengangkat isu lingkungan dan perlindungan hewan yang merupakan isu serius, tetapi melalui pendekatan yang dapat dipahami anak-anak. Waktu kecil, aku suka sekali dengan binatang dan itu menjadi cikal bakal kepedulianku terhadap isu-isu pelestarian lingkungan ketika dewasa. Film ini bisa menjadi cikal bakal yang sama bagi anak-anak generasi saat ini untuk peduli pada isu lingkungan di masa depan.

Melalui karakter Mabel, anak-anak dapat belajar menyukai binatang. Mabel tampil sebagai pecinta binatang sejak kecil, ya meskipun cara-caranya keliru. Neneknya lah yang menjadi penuntunnya untuk menyalurkan semangat cinta hewan tersebut menjadi aksi untuk melindungi mereka. Meskipun screentime-nya singkat, adegan Mabel dan neneknya sangat kusukai. Nenek Mabel mengatakan bahwa sulit untuk marah ketika kita menyadari bahwa kita merupakan bagian dari sesuatu yang lebih besar—sebuah insight bijaksana yang dapat membuat kita, manusia, lebih membumi. Oleh karena itu, aku pikir film ini akan sangat bagus untuk pembelajaran anak-anak.

Selain itu, ide konfliknya juga dikemas agar lebih mudah dimengerti. Konflik dalam film ini adalah tentang pembangunan yang berisiko mengorbankan habitat hewan. Itu isu yang rumit sebenarnya, dan aku senang karena film ini menyederhanakannya dengan baik. Pertikaian antara Mabel dan Walikota Jerry dikemas menjadi perdebatan komikal yang lucu, padahal keduanya merepresentasikan environmentalisme melawan developmentalisme.

Kemudian, omong-omong, aku juga senang dengan bagaimana film ini mencoba menyelesaikan pertikaian yang direpresentasikan Mabel dan Walikota Jerry tersebut. “We’re all in this together” adalah kalimat yang dapat diartikan bahwa kita semua adalah bagian dari jejaring kehidupan yang sama, yang saling terhubung dan memengaruhi dan tak terpisahkan. Bahwa masalah para binatang juga adalah masalah para manusia. Dan film ini mencoba memperlihatkan bahwa jalan tengah antara melestarikan alam dan melakukan pembangunan dapat ditempuh selama semua pihak mau bekerja sama.

Baiklah, mungkin cukup membahas aspek serius dari film ini, dan mari sekarang kita bahas yang lebih ringan: komedinya. Yup, komedi film ini absurd banget karena memang ada banyak elemen absurd dalam film ini. Meskipun genrenya fiksi ilmiah, kalian jangan berharap ada aspek-aspek saintifiknya ya, sebab target penontonnya kan anak-anak. Yang pasti akan ada banyak kelucuan dalam film ini yang dapat membuat baik anak-anak maupun orang dewasa tertawa. Berbagai hal absurd, seperti berang-berang dengan mahkota sampai hiu terbang, akan membuat cerita ini sangat menghibur.

Kemudian, hal lain yang kusuka dari film ini adalah cara penggambaran karakter hewannya ketika kita sedang melihat adegan dari sudut pandang manusia dan dari sudut pandang para hewan. Misalkan, ketika Mabel menjadi berang-berang, para hewan seperti memiliki wajah yang berbeda-beda, tetapi ketika Mabel kembali menjadi manusia, semua hewan kembali terlihat sama. Itu treatment yang unik menurutku.

Selain itu, aku juga suka dengan referensi budaya pop dalam film ini. Salah satunya adalah konsep proyek Hopper sendiri mirip dengan film Avatar—yang bahkan juga disebut sendiri dalam  film. Kemudian, ada konsep Paw of the King yang mirip Hand of the King di serial TV Game of Throne.

Selanjutnya adalah adegan-adegan favoritku. Yang pertama sudah kubilang tadi adalah (spoiler alert) adegan antara Mabel dengan neneknya. Aku suka sekali kedekatan mereka dan bagaimana nenek Mabel mengajarinya cara untuk menyalurkan semangatnya melindungi hewan menjadi aksi yang proper, bukan amarah belaka. Yang kedua (spoiler alert) adalah ketika Mabel pertama kali tiba di Kolam tempat para hewan berkumpul. Waktu Ellen si beruang ingin memakan Loaf si berang-berang, tetapi tidak jadi gara-gara diinterupsi Mabel. Itu lucu banget waktu ditanya dia jadi makan atau tidak, lalu dijawab tidak jadi karena terlanjur menjadi canggung, hahaha. Yang ketiga, tentu saja (spoiler alert) adalah waktu Mabel, Raja George, dan yang lainnya mencoba menculik Walikota Jerry dan membajak mobilnya. Adegan itu puncak komedinya sih. Mulai dari berbicara lewat fitur text-to-speech pada ponsel, lalu muncul hiu terbang, lalu  Walikota Jerry mengira itu semua cuma mimpi—emuanya kocak banget! Dijamin ngakak deh!

 

Kelemahan

Meskipun ini film yang bagus untuk menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan dan hewan, ada beberapa hal yang aku pribadi kurang sreg dengannya. Salah satunya adalah karakter Mabel sendiri. Sebagai orang dewasa, aku agak sulit menyukai karakter Mabel yang gerasak-gerusuk, tidak sabaran, dan pemarah. Dia menghadapi permasalahannya tanpa pikir panjang dan membiarkan amarah menjadi pendorongnya—yang pada akhirnya memperkeruh situasi. Ditambah lagi, dia kerap berbicara dengan terlalu cepat yang mungkin agak sulit untuk diikuti. Meskipun Mabel mengalami perkembangan karakter nantinya, aku sudah kurang suka dengannya sejak awal.

Selain itu, dalam perkembangan konfliknya, ada adegan yang mungkin agak terlalu mengganggu untuk anak-anak, (spoiler alert) yaitu ketika para binatang mencoba menciptakan tubuh robot manusia. Ada istilah yang disebut uncanny valley ‘lembah gerun’, yakni kondisi psikologis ketika manusia merasa tidak nyaman saat melihat sesuatu yang terlalu mirip manusia, seperti itu robot dan animasi. Dalam film ini, ada adegan ketika para binatang menciptakan tubuh manusia yang bergerak dengan tidak alami dan creepy—yang menurutku, mungkin kurang cocok untuk beberapa penonton anak-anak.

 

Kesimpulan

Hoppers merupakan film animasi Pixar yang menyenangkan dan pasti akan disukai anak-anak. Film ini dipenuhi tokoh-tokoh hewan yang lucu dan bertingkah kocak, pasti akan sangat menghibur. Meskipun isu yang diangkat dalam film ini serius, pendekatannya berhasil membuat isu tersebut dapat dipahami audiens anak-anak dan dewasa. Sayangnya, tokoh utama dalam film ini justru terasa kurang likeable, menurutku pribadi—tetapi setidaknya, dia mengalami perkembangan karakter yang bagus. Oh iya, ada beberapa adegan yang mungkin akan terasa agak tidak nyaman bagi anak-anak, tetapi secara keseluruhan film, itu oke-oke saja. Apalagi, berbagai absurditas imajinatif yang disuguhkan film ini dapat menutupinya—dan dapat membuat kalian ngakak. Aku jamin, baik anak-anak ataupun orang tuanya, akan sangat senang menonton film ini. Maka dari itu, aku beri skor 7/10 untuk Hoppers dan sangat kusarankan agar film ini ditonton bersama antara orang tua dan anak saat akhir pekan.

Kalian dapat menonton Hoppers di Disney+ Hotstar. Tonton trailer filmnya di bawah ini.

***

Thank you for reading this long. I wish this writing gives you knowledge and insights. If you like this writing, please share it to your friends through your Facebook, Twitter, or any other social media by copying the link in the share button. Please fill the comment below, so I could know what do you think about this topic or you can give me some comments and criticisms. Once again, thank you for reading my blog. See you in the next post!

Komentar